Keunggulan Teknik Bedah Laparoskopi

Posted by

Laparoskopi atau operasi lubang faktor merupakan langkah medis nan dilakukan ahli bedah utk mengakses ke bagian didalam rongga perut dan pikul. Tidak seperti teknik bedah pada umumnya, laparoskopi memiliki sejumlah kelebihan yang menguntungkan para pengidap penyakit. Apa saja keuntungan yang dapat Anda dapatkan jika menyeleksi teknik bedah laparoskopi?

Bedah Laparoskopi

Dengan teknik laparoskopi, Anda akan dibius keseluruhan. Setelah itu, ahli bedah akan membuat sayatan mini sekitar 1-1, 5 cm di sekitar tali pusar. Via sayatan itu, ahli bedah akan memasukkan alat nan disebut laparoskop, yaitu suatu tabung kecil yang mempunyai kamera dan lampu mini pada ujungnya. Kamera tersebut akan memperlihatkan kondisi dalam rongga perut dan pikul pada sebuah monitor hingga memudahkan ahli bedah utk melakukan operasi. Pada saat bertepatan, perut Anda akan ditampung oleh gas karbondioksida supaya lebih mengembung. Hal tersebut memudahkan ahli bedah utk melihat organ-organ Anda dengan jelas. Berikut ini merupakan argumen yang memungkinkan teknik bedah laparoskopi menguntungkan Orang.

  1. Via teknik tersebut, ahli bedah tidak perlu membuat sayatan besar sehingga bekas luka nan Anda alami lebih sedikit.
  2. Pikir sakit juga tidak semacam jika Anda melakukan operasi pada umumnya.
  3. Kemungkinan dilakukannya transfusi darah juga lebih mini karena pendarahan yang terlaksana juga lebih sedikit.
  4. Seusai operasi, Anda bisa langsung balik. Namun jika rawat inap diperlukan, Anda mungkin perlu bermalam satu hari saja.
  5. Tahap-tahap penyembuhan total lebih seketika.

Kapan Laparoskopi Diperlukan? Cara bedah ini bisa digunakan untuk beberapa kondisi semacam:

  1. Mengangkat rahim. Hal tersebut biasa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit endometriosis dan masalah radang panggul.
  2. Mengangkat kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
  3. Mengangkat fibroid.
  4. Memperbaiki hernia atau turun berok.
  5. Memompa usus buntu yang sudah meradang.
  6. Mengangkat organ badan yang telah terkena kanker, seperti hati, usus, ginjal, ovarium, prostat atau kandung kemih.
  7. Mengangkat kantong empedu dari masalah batu empedu.
  8. Disamping mengobati, laparoskopi pun dapat dipergunakan untuk mendiagnosis hadirnya penyakit yang sudah disebutkan di atas pada badan Anda.

Proses Penyembuhan

Setelah menjalani bedah ini, Kamu akan diberitahu cara menjaga luka sayatan agar setia bersih dan bisa pulih hingga sempurna. Ingat dengan normal adanya kapan Anda harus lagi ke rumah sakit untuk membebaskan jahitan atau perawatan yang ada di seluruh dunia. Beberapa jam setelah operasi, mungkin Anda akan pikir pusing, mual, sakit ataupun bingung akibat efek sisi obat bius. Efek sisi tersebut akan pulih menggunakan cepat. Selama beberapa H setelah operasi, Anda barangkali juga akan merasa sakit di area sayatan. Rasa sakit bisa diatasi dengan obat-obatan pereda rasa sakit. Saat perut Anda terasa kembung, kram, atau nyeri didalam bahu, artinya ada sejumlah gas karbondioksida yg tetap ada didalam rongga perut. Tak usah khawatir sebab hal tersebut bisa pulih didalam satu hingga dua H.

Baca Juga: Bedah Digestif

Perlu diingat bahwa tahap-tahap penyembuhan tidak sama pada setiap orang. Tergantung kepada macam penyakit serta kesehatan Anda dengan menyeluruh. Misalnya pembedahan usus buntu yang berada di tubuh Anda membutuhkan waktu daerah dua minggu untuk recovery. Tapi apabila teknik laparoskopi diberlakukan untuk mengobati kanker, masa pemulihan mungkin ngabisin waktu 3 bulan. Atau, jika terjadi komplikasi semacam infeksi, maka proses recovery bisa memakan waktu sedikit lama.

Beberapa Catatan nan Perlu Diingat Sebelum Menggeluti Laparoskopi

Jika Anda mau melakukan teknik operasi laparoskopi, Anda diminta utk menghentikan merokok sebelum operasi. Merokok dapat melambatkan pemulihan luka pascaoperasi dan memiliki resiko sedikit tinggi terjangkit infeksi. Stop pula mengkonsumsi obat pengencer darah semacam aspirin, untuk menghindari pendarahan yang “lebay” selama operasi. Biasanya Kamu juga akan disuruh utk berpuasa selama 6-12 pukul sebelum operasi. Meski cara laparoskopi aman, tetap aja ada risikonya. Sekitar 1-2 persen orang yang menggeluti laparoskopi mengalami komplikasi mudah seperti infeksi, mual, pantul dan memar. Diperkirakan efek serius akan dialami dengan 1 dari 1000 anda yang menjalaninya. Sebagai hal menjelang melakukan bedah laparoskopi, berikut ini ialah resiko sangat yang bisa Anda natural.

  1. Kerusakan pembuluh nadi raksasa.
  2. Kerusakan pada organ, semacam usus atau kandung kemih.
  3. Reaksi alergi serius sebab obat bius.
  4. Komplikasi lantaran penggunaan gas karbondioksida, semacam gas masuk ke pembuluh darah.
  5. Terjadi penggumpalan darah ke pembuluh darah.
  6. Supaya operasi berjalan mulus, seharusnya turuti seluruh aturan yang diberi oleh dokter bedah hingga melakukan bedah laparoskopi. Menanyakan juga apa yg menyebabkan terciptanya komplikasi dan cara supaya terhindar dari hal tersebut.

Rujukan: http://www.ekopriatno.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.