Punya Rencana Liburan ke Macau? Ada Tips Untuk Pergi Kesana

Posted by

Ruins of St Paul’s dapat dibilang menjadi landmark sangat populer di Macau. Bila mau maksimal selama berkunjung ke sini, simak dahulu tipsnya.Ruins of St Paul’s yang dibangun tahun 1602-1640, dahulunya adalah Gereja St Paul atau terkenal juga menjadi Mater Dei, dan sebagai bagian dari St Paul’s College. Gereja berdiri dengan sangat megahnya, tetapi tahun 1835 area peribadatan ini terbakar, memiliki sejumlah bagian depan gereja, tangga dan fondasi di sejumlah sisi.
berikut 5 tips liburan maksimal di Ruins of St Paul’s:

  1. Gunakan sepatu yang nyaman. Ruins of St Paul’s masuk didalam area kota lawas di Macau. Demi mengunjunginya, lebih enak dengan berjalan kaki nyantai. Posisi bangunan-bangunan yang menawan ini pun di kawasan yang sangat tinggi. Hingga lebih baik pakailah sepatu yang dirasa ternyaman. Agar kaki tak lecet. Untuk wisatawan wanita ada baiknya juga janganlah pakai sepatu berhak tinggi.
  2. Belanja suvenir. Dari turun mobil sampai menuju runtuhan, banyak toko oleh-oleh yang bisa didatangi wisatawan. Gantungan kunci, koin kasino tiruan, miniatur Ruins of St Pauls sampai T-shirt bisa dijumpai di sini. Tarifnya beragam, dan bila belanja dalam total banyak mampu memperoleh diskon lho. Dan di sini ada outlet dengan salah satu karyawannya merupakan orang Indonesia dan memberi layanan dengan bahasa Indonesia. Outlet itu diberi nama Sam Yi.
  3. Mengagumi Ruins of St Paul’s dari dua sisi. Daya tarik puing-puing ini dapat dinikmati tidak cuma dari sisi depan tetapi juga belakang. Demi melihat keelokan sisi depan dengan aneka ukiran-ukiran itu dapat dilakukan dari puluhan anak tangga di depannya ataupun dari pelataran di depannya. Namun sisi belakang boleh dilihat dengan memasuki dalam pintu dari sisi depan. Untuk masuk ke dalam ini tak perlu membayar tiket. Terlihat rongga penopang, jendela dan tembok bata tanpa ukiran.
  4. Memotret Ruins of St Paul’s. Rekreasi ke Ruins of St Paul’s tentu tidak lengkap tanpa mengabadikan pesonanya didalam kamera. Bagian depan bangunan-bangunan yang dahulunya gereja itu sungguh selalu ramai, tentu siang hingga sore. Jadi bila mau lebih leluasa memotret berkunjunglah di pagi hari, atau malam bila ingin memotret momen di kala malam. Memotret puing-puing dari pelataran depan sungguh bagus. Namun kalau mau memotret bersamaan area tumbuhan hijau yang menarik di salah satu sisinya, baiknya bila memotret dari ujung bawah tangga.
  5. Kunjungi Museum of Sacred Art and Crypt. Jangan lewati rekreasi ke Museum of Sacred Art and Crypt di Ruins of St Paul’s tersebut. Di jalan dari sisi depan ke zona museum, ada pula beberapa kuburan biarawan yang berlapis kaca. Museum terdiri dari puing konstruksi dan benda-benda warisan sejarah lingkungan gereja. Areanya kurang besar, sekitar 10 menit terasa sudah bisa untuk menyusurinya. Tetapi musti diingat, di dalam museum jangan memotret. Museum of Sacred Art and Crypt boleh dimasuki free setiap hari pukul 09.00-18.00, terkecuali hari selasa yang tutupnya sedikit cepat yaitu sampai pukul 14.00 waktu disana.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.